Libby dan Hoopla: Layanan Digital untuk Perpustakaan Publik
Di era digital, perpustakaan bukan lagi sekadar bangunan fisik dengan rak buku. Transformasi layanan informasi perpustakaan telah dipercepat oleh munculnya teknologi digital dan berbagai startup / platform digital yang menawarkan cara baru dalam mengakses, mencari, dan menggunakan informasi. Perpustakaan kini menjadi pusat informasi digital, mandiri, dan terhubung ke ekosistem global pengetahuan — membawa manfaat besar bagi pelajar, peneliti, dan masyarakat luas.
1. Libby: Inovasi Layanan Peminjaman E-book dan Audiobook Perpustakaan Digital
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam layanan perpustakaan, khususnya dalam penyediaan akses terhadap bahan bacaan. Salah satu inovasi yang menonjol dalam layanan informasi digital adalah Libby, sebuah aplikasi perpustakaan digital yang memungkinkan pemustaka meminjam e-book dan audiobook dari koleksi digital perpustakaan lokal melalui perangkat pribadi mereka.
Libby terhubung langsung dengan sistem keanggotaan perpustakaan, sehingga pemustaka hanya perlu menggunakan kartu perpustakaan untuk mengakses layanan. Setelah melakukan autentikasi, pengguna dapat menelusuri koleksi digital yang tersedia, memilih judul yang diinginkan, dan meminjamnya secara mandiri tanpa harus datang ke perpustakaan fisik. Proses peminjaman dan pengembalian berlangsung otomatis, sehingga memudahkan pengelolaan koleksi digital oleh perpustakaan.
Keunggulan Libby tidak hanya terletak pada kemudahan akses, tetapi juga pada pengalaman pengguna yang intuitif. Aplikasi ini menyediakan fitur penyesuaian tampilan baca, penanda halaman, pencarian teks, serta mode baca malam. Untuk audiobook, Libby menawarkan pengaturan kecepatan audio dan unduhan offline, sehingga pemustaka dapat menikmati konten kapan saja dan di mana saja. Fitur-fitur tersebut mendukung berbagai gaya belajar dan kebutuhan pengguna.
Dari sisi layanan informasi, Libby berperan penting dalam meningkatkan inklusivitas perpustakaan. Pemustaka dengan keterbatasan waktu, jarak, atau kondisi fisik tetap dapat mengakses sumber bacaan berkualitas. Selain itu, audiobook sangat membantu pengguna dengan gangguan penglihatan atau mereka yang lebih nyaman menerima informasi secara audio. Dengan demikian, Libby memperluas jangkauan layanan perpustakaan kepada kelompok pengguna yang lebih beragam.
Bagi perpustakaan, penggunaan Libby juga menjadi bagian dari strategi modernisasi layanan. Perpustakaan dapat memperluas koleksi digital tanpa menambah ruang fisik, serta memantau statistik penggunaan untuk pengembangan koleksi yang lebih tepat sasaran. Kehadiran Libby membantu perpustakaan mempertahankan relevansinya di tengah perubahan perilaku membaca masyarakat yang semakin digital.
2. Hoopla Digital: Layanan Streaming Multimedia untuk Perpustakaan Modern
Perkembangan teknologi digital telah memperluas konsep layanan perpustakaan dari sekadar penyedia bahan bacaan menjadi pusat akses informasi dan hiburan berbasis multimedia. Salah satu platform yang mendukung transformasi tersebut adalah Hoopla Digital, sebuah layanan streaming yang menyediakan berbagai jenis media seperti e-book, audiobook, video, film, serial televisi, musik, komik digital, dan konten edukatif lainnya. Melalui kerja sama dengan perpustakaan umum, Hoopla Digital memungkinkan pemustaka mengakses beragam koleksi digital hanya dengan menggunakan kartu perpustakaan mereka.
Hoopla Digital mengadopsi model layanan berbasis streaming yang mirip dengan platform hiburan digital populer, namun tetap berlandaskan pada prinsip akses informasi gratis dan legal melalui perpustakaan. Pemustaka dapat mengakses konten Hoopla melalui aplikasi atau situs web, melakukan autentikasi menggunakan akun perpustakaan, dan langsung menikmati konten tanpa harus menunggu antrean peminjaman. Model ini memberikan pengalaman akses yang cepat dan praktis bagi pengguna.
Keunggulan utama Hoopla Digital terletak pada keragaman format dan koleksi yang ditawarkan. Tidak hanya menyediakan bahan bacaan, Hoopla juga menghadirkan konten audio-visual yang mendukung pembelajaran, literasi, dan hiburan. Kehadiran komik digital, film dokumenter, serta video edukasi menjadikan Hoopla sebagai sarana pembelajaran alternatif yang menarik, terutama bagi generasi muda dan pengguna dengan preferensi belajar visual dan audio.
Dari sisi layanan perpustakaan, Hoopla Digital berperan penting dalam meningkatkan daya tarik dan relevansi perpustakaan di era digital. Layanan ini membantu perpustakaan menjangkau pengguna yang lebih luas, termasuk mereka yang jarang berkunjung ke perpustakaan fisik. Selain itu, sistem digital memungkinkan perpustakaan memantau tingkat pemanfaatan koleksi dan menyesuaikan kebijakan layanan berdasarkan kebutuhan pengguna.
Hoopla Digital juga mendukung inklusivitas layanan informasi. Akses streaming memungkinkan pemustaka dengan keterbatasan waktu, jarak, atau mobilitas tetap memperoleh informasi dan hiburan berkualitas. Dengan demikian, Hoopla tidak hanya berfungsi sebagai platform hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi perpustakaan dalam menyediakan layanan informasi yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kesimpulan
Libby dan Hoopla Digital merupakan dua platform digital yang berperan penting dalam pengembangan layanan informasi perpustakaan modern. Keduanya memungkinkan pemustaka mengakses koleksi digital perpustakaan secara mudah melalui aplikasi yang terhubung dengan kartu perpustakaan, sehingga menghilangkan batasan ruang dan waktu dalam memperoleh bahan bacaan dan informasi.
Libby berfokus pada layanan peminjaman e-book dan audiobook dengan pengalaman membaca dan mendengarkan yang personal dan terstruktur, sedangkan Hoopla Digital menawarkan akses streaming multimedia yang lebih beragam, mencakup e-book, audiobook, video, dan komik tanpa sistem antrean. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kedua platform saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan informasi dan preferensi pengguna yang beragam.
Dengan memanfaatkan Libby dan Hoopla Digital, perpustakaan dapat meningkatkan aksesibilitas, inklusivitas, dan daya tarik layanan informasi. Integrasi kedua platform tersebut membantu perpustakaan tetap relevan di era digital sekaligus memperluas perannya sebagai penyedia informasi, pembelajaran, dan hiburan yang legal dan berkualitas bagi masyarakat.